Tampilkan postingan dengan label Tapsel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tapsel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Januari 2012

Keuntungan Tambang Emas Batang Toru Sekitar Rp16 M

BATANGTORU KITA - Akhir Kuartal I 2012 (Maret), PT G-Resource Martabe akan mulai produksi emas. Diperkirakan emas yang akan diproduksi setengah dari target per tahun, dikarenakan masih dalam tahap percobaan penambangan.
“Target kita 7,5 ton atau 250 ribu kg/Troy Ounce untuk produksi emas, tetapi karena ini masih dalam tahap percobaan, mungkin kita hanya dapat menghasilkan setengahnya saja,” ujar Communication Manager G-Resource Martabe, Katarina Siburian Hardono.
Dengan hasil produksi yang tersebut dimungkinkan G-Resource akan mendapatkan keuntungan yang lebih, mengingat harga emas yang saat ini masih tinggi di pasar global. “Emas akan dijual di pasar global, karena harga masih tinggi, kita saat ini mengejar agar produksi dapat disesuaikan,” ungkap Katrina.
Untuk saat ini, penambangan emas sedang dalam tahap pembangunan infrastruktur, seperti pabrik, konstruksi, dan lainnya. Pembangunan ini menggunakan tenaga kerja kurang lebih 4.000 orang yang merupakan penduduk setempat. Sedangkan untuk masa produksi, tenaga kerja akan berkurang secara otomatis. Diperkirakan hanya akan menggunakan 1.500 hingga 1.700 pekerja. “Kita usahakan untuk menggunakan masyarakat setempat untuk tenaga kerja, baik untuk pra hingga produksi, karena ini merupakan komitmen kita,” tambah Katarina.
Pembangunan infrastruktur yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah kabupaten setempat ini, ternyata juga mendapat kendala dari alam, seperti curah hujan yang tinggi sehingga menghambat proses kerja, dan harga minyak dunia yang tinggi sehingga menambah pengeluaran untuk biaya produksi.
Renegoisasi Belum Final
Walaupun akan memulai produksi emas, tetapi renegoisasi antara pemerintah pusat dan Perusahaan tambang ini belum mendapat kata final terkait pmebagian keuntungan. Izin pertambangan ini sudah didapat sejak tahun 1998 yang lalu, dengan peraturan yang berlaku Kepmen ESDM no.116/1992. Dalam peraturan ini masih pembagian berdasarkan hasil produksi.
“Renegoisasi untuk saat ini masih Kepmen ESDM, tapi belum final, karena pemerintah pusat masih mengharapkan adanya perubahan, sehingga peraturan yang berlaku pada PP no 45/2003,” ujar Kepala Bidang Pertambangan Umum, Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumatera Utara, Zubaidi.
Kalau berdasarkan perhitungan di atas, maka kemungkinan keuntungan yang akan didapat dari tambang emas di Batang Toru ini kurang lebih Rp16 M. Dengan pembagian untuk pemerintah pusat 20 persen, pemerintah provinsi 16 persen, dan pemerintah kabupaten 64 persen. “Kita memang ada renegoisasi, tetapi kita juga belum memutuskan poin mana yang kita ikuti atau tidak,” ujar Katarina.
Banyak Keuntungan
Selain bagi hasil yang diberlakukan melalui peraturan, pertambangan emas ini juga akan memberikan berbagai keuntungan lain. Baik untuk pemerintah provinsi maupun kabupaten. Salah satunya melalui Golden Share yang diberikan oleh G-Resource untuk pemerintah

 

Opini Perubahan Batangtoru akan Tambang Emas

BATANGTORU - Mungkin Judul diatas merupakan suatu opini bagi kita sebagai masyarakat batangtoru, kekayaan akan Emas merupakan aset dan suatu kebanggaan tersendiri bagi kita semua, jujur saya sangat bangga ketika semua orang terkhususkan di sumatera utara yang memperbincangkan masalah kekayaan emas yang dimiliki kecamatan batangtoru ini ,disamping kekayaan hutan yang masih awet begitu juga dengan aset pariwisatanya yang tidak kalah indahnya dari daerah desa lainnya.
Kedatangan Inventasi akan penggarapan kekayaan emas plus dengan menggantongi surat izinnya sebenarnya suatu hal yang sah saja dan merupakan suatu hal membanggakan akan masyarakat batangtoru, namun disuatu pihak semuanya harus diratakan dengan keseimbangan sehingga tidak menimbulkan sisi negatif yang terlau besar.Sebagai contoh Kecil Masalah bahaya Lingkungan seperti tercemarnya limbah akibat zat kimia, Penebangan Pohon dihutan yang dapat menimbulkan banjir dan longsor, Belum lagi dampak negatif dari adanya pengeboman dan pengeboran gunung yang berakibat fatal gempa .Mungkin suatu perundingan belah pihak harus selalu ada sehingga dampak negatif dan positif lingkungan ini tidak menjadi bom waktu yang tiba2 menghantui kita dan tetap selalu seimbang agar kelestarian batangtoru tetap diraskan anak cucu kita sendiri kelak.Wajar saja dengan adanya Pertambangan emas ini dapat memberikan kesejahteraan batangtoru, begitu juga dengan SDM nya harus selalu diutamakan seperti memberikan penyuluhan, sarana pendidikan bahkan pemberian beasiswa kepada putra putri batangtoru sehingga kelak nanti dapat menjadi manusia yang berkualitas mengembangkan desanya sendiri tapi semuanya itu masih saja disesalkan karena belum adanya pembangunan dan kemajuan dari batangtoru ini, Apakah kita selalu diam akan hal sepele yang dapat merusak tanah kelahiran kita sendiri?bagaimana menurut anda?semua itu tergantung anda bagaimana anda memahaminya?sekian unek2 dari saya,salam hangat dari putra batangtoru yang jauh di perantauan____

Berita Lainnya :

Tambang Emas BatangToru Berproduksi Desember 2011

BATANGTORU - Direncanakan akhir tahun 2011 atau tepatnya bulan Desember, tambang emas di Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan mulai berproduksi.

Demikian Permitting & Government Relation Manager G-Rosurces Martabe, Linda Siahaan kepada Analisa disela-sela kunjungan Bupati H. Syahrul M Pasaribu bersama sejumlah anggota komisi D DPRD SU di tambang mas Bt Toru Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu (20/4) sore.

Dikatakan, saat ini perusahaan pertambangan emas yang telah berganti kepemilikan dari Aginrcourt, Australia ke G. Resources, Hongkong ,sudah memasuki tahap konstruksi.

"Direncanakan tahapan konstruksi berlangsung 5 hingga 9 bulan kedepan, sehingga akhir desember tambang emas ini sudah bisa memasuki tahapan produksi seiring semua infrastruktur penunjang perusahaan selesai, "katanya.

Dijelaskan, sebelumnya Agricourt sempat menghentikan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi tambang emas di Batang Toru, Sumut karena perusahaan pertambangan asal Australia itu mengalami dampak akibat krisis keuangan global.
"Sejak Februari 2009, perusahaan itu sempat merumahkan karyawan harian dan kontrak selama setahun lebih, sebelum lokasi pertambangan emas itu dilepas kepemilikannya kepada G. Resources, Hongkong. Itulah sebenarnya salah satu alasan kenapa hingga saat ini tambang ini belum berproduksi," ungkapnya.

Disinggung mengenai kandungan mineral yang bernilai ekonomis tinggi pada proyek Martabe tersebut, Linda mengatakan, sumber daya emas di tambang Martabe sekitar 6,5 juta ons dan perak 66,4 juta ons.

Namun yang sudah dipastikan, cadangan emasnya sekitar 2,7 juta ons dan perak 32,8 juta ons," terangnya sembari menyebut, wilayah eksplorasi kontrak karya G-Resources seluas 163.927 hektare, membentang di wilayah Kabupaten Tapsel, Taput, Tapteng,Madina dan Kota P. Sidimpuan.

Lebih lanjut Linda mengatakan, kendala dan kesulitan yang dihadapi G-Resources saat ini adalah, teknis lahan berupa pergeseran lokasi pembangunan pabrik, dan hujan terus menerus yang mengakibatkan pekerjaan lapangan harus dihentikan.

Terkait ganti rugi lahan dan invetasi yang ditargetkan G-Resources di proyek Martabe ini Linda mengatakan, lahan warga yang sudah diganti rugi sekitar 1.000 Ha dan untuk sementara tidak ada lagi ganti rugi. Sedangkan investasi yang ditanamkan untuk proyek ini sekitar US$440 juta atau sekitar Rp 3,5 Triliun lebih.

Terpisah, Bupati Tapsel H. Syahrul M Pasaribu mengungkapkan harapan agar proses konstruksi dapat selesai sesuai jadwal yang ditentukan, sehingga tahapan produksi dapat segera dilakukan.
 

M. Hutasuhut ,Ibukota Tapsel Idealnya Batang Toru

BATANGTORU - Ribut-ribut mengenai kota yang ideal menjadi ibukota Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumut, ternyata muncul pendapat yang berkelayakan untuk dipertimbangkan. Nyonya M. Hutasuhut yang lahir di Padang Sidimpuan lebih dari 40 tahun yang lalu mengatakan, ibukota Tapsel idealnya Batang Toru.

Berdasarkan ketetapan pemerintah pusat, kota kecamatan di Sipirok ditetapkan menjadi ibukota Tapsel sehubungan dengan pemekaran Tapsel menjadi beberapa kabupaten dan Padang Sidimpuan menjadi pemko yang berdiri sendiri. Akan tetapi Bupati Tapsel, Ongku P. Hasibuan masih tetap ngotot berkantor di Padang Sidimpuan dan berkesan seperti tidak mau pindah dengan berbagai alasan.



Kabupaten Tapsel yang luasnya seperempat wilayah Provinsi Sumut, dimekarkan menjadi beberapa kabupaten dan kota. Sekitar 10 tahun yang lalu dibentuklah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dengan ibukota Panyabungan, yang merupakan pemekaran pertama Tapsel.

Pada tahun 2008 yang lalu kabupaten ini dimekarkan kembali dengan munculnya Kabupaten Padang Lawas (Palas) yang beribukota Sibuhuan dan Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) dengan ibukota Gunung Tua. Kota Padang Sidimpuan naik peringkat dari kota administratif menjadi pemerintahan kota.

Perkembangan ini memaksa ibukota Tapsel harus pindah ke Sipirok. Walau pun surat teguran dari Gubernur Sumut sudah dilayangkan pada Bupati Tapsel, namun Ongku Hasibuan sepertinya tidak peduli. Ongku malah minta dukungan dana lebih dari Rp 100 milyar pada Gubsu untuk pembangunan perkantoran bupati dan lahan lebih dari 140 ha dari Dep Kehutanan untuk kompleks perkantoran.

Menurut nyonya Hutasuhut, jarak Padang Sidimpuan dengan Batang Toru sekitar 30 km, demikian juga jarak Sipirok dengan Padang Sidimpuan 30 km. Jika ibukota dipindahkan ke Sipirok, ada kawasan di Tapsel yang sangat kepayahan untuk mencapai ibukota, karena terasa demikian jauh. Untuk itu idealnya ibukota Tapsel ditetapkan di Batang Toru, jalan dari arah Padang Sidimpuan ke Sibolga.

Namun nyonya Hutasuhut mengakui, ia tidak berani mengkampanyekan perubahan ibukota ini, karena kelak orang-orang Sipirok akan murka. Masalahnya, orang-orang Sipirok sangat berharap agar ibukota kabupaten segera dipindahkan ke tempat mereka. Sebaliknya Ongku Hasibuan yang juga orang Sipirok malah ngotot untuk bertahan di Padang Sidimpuan.

Berita Lainnya :

Berita Medan :

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Web Hosting Bluehost