Batangtorukita - Memang penanaman pemasangan pipa yang ingin digunakan untuk menyalurkan air sisa
proses pengolahan tambang milik PT Agincourt
Resources (PT AR) ke Sungai Batangtoru mulai hari ini (Senin, 29/10). Untuk mengamankan kegiatan itu sebanyak 850 aparat personel keamanan dikerahkan yaitu 450 polisi sektor ,Polres Tapsel, 200 Sat Brimob Kompi C
Sipirok dan 200 anggota Yonif 122 TNI AD.
ini dilakaukan sebagai antisipasi seperti kejadian yang lalu dengan adanya aksi pengrusakan dan aparat keamanan yang akan bertugas selama 15 hari ke depan seturut target pengerjaan penanaman pipa disebar dalam delapan titik termasuk di kampung Telo agar pemasangan pipa aman dari upaya provokasi, pengrusakan bahkan pembakaran seperti yang pernah terjadi.
ini dilakaukan sebagai antisipasi seperti kejadian yang lalu dengan adanya aksi pengrusakan dan aparat keamanan yang akan bertugas selama 15 hari ke depan seturut target pengerjaan penanaman pipa disebar dalam delapan titik termasuk di kampung Telo agar pemasangan pipa aman dari upaya provokasi, pengrusakan bahkan pembakaran seperti yang pernah terjadi.
Manager Comunication PT AR Katarina Siburian Hardono melalui staf Adi
Prathomo kepada MedanBisnis, Minggu (28/10) menjelaskan, penempatan 850
petugas keamanan dilakukan bukan saja untuk menjamin keamanan penanaman
pipa milik PT AR dari gangguan pihak yang tidak bertanggungjawab.
Melainkan, juga untuk menjaga keamanan mayarakat yang mendukung proses
penanaman pipa mengingat kegiatan penanaman sangat mendesak untuk
menunjang aktivitas produksi pengolahan biji emas dan perak.
Dijelaskannya, penempatan personel keamanan dilakukan atas hasil
diskusi antara perusahaan dengan pemerintah. Petugas pengamanan masuk ke
Batangtoru sejak 27 Oktober dan pada Minggu (28/10), petugas melakukan
menggelar pasukan dalam koordinasi keamanan bersama.
Disebutkan, personel keamanan akan menginap menggunakan camp-camp peristirahatan dengan bantuan fasilitas penerangan dari PT AR.
Sebelumnya, kata Adi, pada awal September 2012 sebanyak 560 personel
keamanan juga disiagakan mengawal penanaman pipa pascapembakaran. Namun,
atas desakan masyarakat yang menolak pembuangan sisa air proses ke
Sungai Batangtoru penaman pipa gagal dilakukan yang menyebabkan
berhentinya sementara produksi tambang dan menyebabkan 900 karyawan
dirumahkan.
Ditanyakan apakah gelombang penolakan masyarakat terhadap penanaman
pipa masih sama seperti sebelumnya, Adi mengatakan setelah ditelusuri,
kini penolakan hanya dilakukan segelintir orang, setelah perusahaan
terus berupaya melakukan pendekatan persuasif dan telah menyetujui
beberapa poin permintaan masyarakat.
“Saya rasa tinggal segelintir yang menolak, itupun diduga dari
supplier yang kontrak kerjanya telah habis yang berupaya memanfaatkan
situasi yang mulai terkendali untuk meneruskan kepentingan pribadinya,”
jelas Adi.
Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbang
Linmas) Tapsel Baitang, selaku Ketua Tim Komunitas Intelijen Daerah
(Kominda) senada mengatakan belum mengendus tanda-tanda penolakan
masyarakat terhadap rencana penanaman pipa yang akan dilakukan hari in
(Senin, 29/10).
Begitupun, anggota DPRD Sumut asal pemilihan Tapsel Amsal Nasution
mengharapkan agar pemerintah mendengar aspirasi masyarakat di sepanjang
DAS Sungai Batangtoru.
bagaimana menurut anda dengan pendapat berita diatas?berikan komentar anda terhadap batangtoru ini?
09.39
Blog


