Rabu, 05 September 2012

Demo Batangtoru Besar besaran , Brimob dan Tentara Disiagakan

batangtorukita.blogspot.com - Rencana pemasangan pipa pembuangan limbah oleh perusahaan tambang emas G-Resources di Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) terancam didemo warga Hutaraja. Antisipasi hal ini, pengusaha tambang menyiagakan sejumlah personel.  Kapolres Tapsel AKBP Subandriya SH MH melalui Kasubbag Humas AKP AR Siregar SH kepada METRO, Selasa (4/9), mengatakan, pihaknya melakukan penjagaan di lokasi pemasangan pipa di Desa Hutaraja adalah atas permintaan pihak perusahaan. Sebab, ada kekhawatiran akan aksi menolak pemasangan pipa pembuangan limbah tersebut.
“Penyampaian secara resmi warga akan melakukan aksi kepada kita tidak ada, tapi kita diminta perusahaan untuk melakukan pengamanan atas hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya. Ditambahkannya, hingga sejauh ini kondisi lokasi tempat penanaman pipa kondusif dan tidak ada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Alhamdulillah semuanya kondusif,” tuturnya. Pantauan METRO di lokasi ada empat tenda besar didirikan yang menjadi tempat petugas keamanan yang terdiri dari Polres Tapsel, Brimob, TNI dan juga Satpol PP Tapsel.
Sesuai informasi yang dihimpun METRO, adapun pipa pembuangan limbah perusahaan tambang ini akan dibangun sepanjang sekitar 2,7 kilometer dengan ke sungai Batang Toru melewati areal perkebunan PTPN III menggunakan pipa High-Density Polyethylene (HDPE) dengan ketebalan 3,1 centimeter dengan diameter 60 centimeter dan kedalaman pipa di taman sekitar 1 meter lebih.

Musyawarah Untuk Mufakat
Sementara itu, pengusaha tambang emas terus melakukan sosialisasi dan musyawarah guna mengambil langkah-langkah terbaik agar pemasangan pipa sepanjang 2,7 kilometer ke Sungai Batang Toru dapat dilanjutkan.  Upaya ini dilakukan untuk mencapai kesepahaman dan mewujudkan kerja sama yang saling menguntungkan bagi seluruh pemangku kepentingan. Awalnya perusahaan ini, kata Communications Manajer, Katarina Hardono, dalam siaran persnya berencana memulai pemasangan pipa Selasa (4/9). Namun diundur dan direncanakan hari ini, Rabu (5/9).
Pekerjaan ini membutuhkan 14 hari kerja, dan diproyeksikan dapat dituntaskan tanggal 18 September 2012. Air yang akan dialirkan adalah air sisa pabrik pengolahan biji emas dan perak yang telah diproses dalam Instalasi Pemurnian Air Sisa Proses atau lazim disebut Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Agar memenuhi standar baku mutu kualitas yang disyaratkan KepMen LH No 202 Tahun 2004.
Keseluruhan proses ini sudah sesuai dengan dokumen AMDAL yang telah disahkan Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) pada 13 Maret 2008 lalu. Untuk memulai pekerjaan ini, Tambang Emas Martabe telah memperoleh izin dan mendapat dukungan penuh dari sejumlah instansi pemerintah, yaitu Pemkab Tapsel dan Provinsi Sumatra Utara (Provsu), Polda Tapsel, Polsek Batangtoru, Muspika Batang Toru, Departemen Perhubungan, PTPN III dan masyarakat sekitar lokasi tambang. “Tambang Emas Martabe sangat menghargai dukungan yang telah diberikan selama ini,” katanya

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Medan :

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Web Hosting Bluehost